Selasa, 14 September 2010

Keutamaan Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawwal

Dari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh.”[1]

Minggu, 05 September 2010

Teman Istimewa

Wahai sahabatku pernahkah kita berfikir tentang teman istimewa????

Mungkin kita beranggapan bahwa teman istimewa kita adalah yang paling dekat dengan kita yang akan selalu membantu kita bila kita ketika kita menghadapi masalah. Mungkin teman istimewa kita adalah orang yang selalu ada didekat kita yang selalu menasehati kita ketika kita melakukan kesalahan, yang selalu dan selalu kita lebihkan dibandingkan teman kita yang lain.

Sebuah kisah dari para salaf kita yaitu kisah dari Ubaid bin Umair.
Ubaid bin Umair berkata:" ada seseorang yang memiliki teman istimewa, sebagian dianggap lebih istimewa dari yang lain.Suatu kali ia tertimpa suatu masalah, iapun menemui teman pertamanya yang paling istimewa dan berkata" wahai fulan, saya sedang menghadapi masalah, aku ingin engkau mau membantuku" teman pertama berkata "aku tidak bisa membantumu". iapun beranjak untuk menemui teman yang kedua yang diistimewakan setelah teman pertama dan berkata seperti yang ia katakan kepada teman pertamanya maka Jawabnya" Baiklah aku akan mengantarmu ke tempat tujuan, setelah itu aku akan pulang meninggalkanmu. Orang itupun mendatangi teman ketiga yang ia anggap tidak terlalu istimewa dibanding teman pertama dan kedua. "wahai fulan aku menghadapi masalah aku harap kamu dapat membantuku". teman ketiga menjawab aku akan menemanimu kemanapun engkau pergi dan akan ikut masuk kemanapun kamu masuk"

Minggu, 11 Juli 2010

Belajar Mencintai

"Manusia tidak jatuh 'ke dalam' cinta, dan tidak juga keluar 'dari cinta'.
Tapi manusia tumbuh dan besar dalam, cinta," begitu katanya dalam sebuah ceramah. Cinta, di banyak waktu dan peristiwa orang selalu berbeda mengartikannya. Tak ada yang salah, tapi tak ada juga yang benar sempurna penafsirannya. Karena cinta selalu berkembang, ia seperti udara yang mengisi ruang kosong. Cinta juga seperti air yang mengalir ke dataran yang lebih rendah. Tapi ada satu yang bisa kita sepakati bersama tentang cinta. Bahwa cinta, akan membawa sesuatu menjadi lebih baik, membawa kita untuk berbuat lebih sempurna. Mengajarkan pada kita betapa, besar kekuatan yang dihasilkannya. Cinta membuat dunia yang penat dan bising ini terasa indah, paling tidak bisa kita nikmati dengan cinta. Cinta mengajarkan pada kita, bagaimana caranya harus berlaku jujur dan berkorban, berjuang dan menerima, memberi dan mempertahankan. Bandung Bondowoso tak tanggung-tanggung membangunkan seluruh jin dari tidurnya dan menegakkan seribu candi untuk Lorojonggrang seorang. Sakuriang tak kalah dahsyatnya, diukirnya tanah menjadi sebuah telaga dengan perahu yang megah dalam semalam demi Dayang Sumbi terkasih yang ternyata ibu sendiri. Tajmahal yang indah di India, di setiap jengkal marmer bangunannya terpahat nama kekasih buah hati sang raja juga terbangun karena cinta. Bisa jadi, semua kisah besar dunia, berawal dari cinta.

Minggu, 20 Juni 2010

Siapa Yang Menanam, Dia Yang akan Menuai

Segala puji itu hanyalah milik Allah. Dialah zat yang telah menyempurnakan nikmat-Nya untuk kita dan secara berturut-turut memberikan berbagai pemberian dan anugerah kepada kita.
Semoga Allah menyanjung dan memberi keselamatan untuk Nabi kita Muhammad, keluarganya yang merupakan manusia pilihan dan semua sahabatnya yang merupakan manusia-manusia yang bertakwa seiring silih bergantinya malam dan siang.
Kita pasti pernah mendengar peribahasa ini, “Siapa yang menanam, Dia yang akan menuai.” Maksudnya, jika seseorang menanam kebaikan, maka ia akan menuai kebaikan pula. Dan jika seseorang menanam kejelekan, maka ia akan menuai hasil yang jelek pula. Berikut beberapa contoh dalam Al Qur’an dan hadits yang menceritakan maksud dari peribahasa ini.

Jumat, 04 Juni 2010

PESANKAN SAYA 1 TEMPAT DI NERAKA

Sebuah kisah nyata di mesir
Pada musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki multifungsi.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria; di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang "perhatian" kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.